5. Cara memulihkan informasi yang hilang

Daftar Isi

...Loading Table of Contents...

    Setiap metode baru dalam penyimpanan dan pemindahan informasi digital cenderung memperkenalkan beberapa cara yang dapat menyebabkan informasi menjadi hilang, terkurangi atau bahkan rusak. Hasil kerja anda selama bertahun-tahun dapat saja hilang dalam sekejap karena pencurian, kecerobohan, penyitaan hardware komputer atau karena sifat dari teknologi digital storage yang rapuh. Ada perkataan yang sering dilontarkan para ahli komputer: "it's not a question of if you will lose your data; it's a question of when." yang artinya “pertanyaannya bukanlah apakah kita akan kehilangan data; tapi kapan kita akan kehilangan data.” Maka ketika kapan ini terjadi pada anda, sebaiknya anda sudah mempunyai backup data yang terbaru (up-to-date) dan cara terbaik untuk mengembalikan data tersebut. Anda baru akan sadar pentingnya sistem backup saat anda mengalami kehilangan data.

    Meskipun backup data adalah salah satu elemen dasar dari berkomputer yang aman, menyusun kebijakan untuk backup data yang efektif tidak semudah yang anda bayangkan. Hal-hal berikut dapat menjadi hambatan saat anda merencanakan pembuatan backup data: pemisahan tempat penyimpanan data asli dan data backup, kerahasiaan data backup, dan tantangan lainnya adalah bagaimana pengkoordinasian beberapa orang yang saling berbagi data satu sama lain menggunakan komputer mereka masing-masing. Sebagai tambahan untuk mensiasati backup data dan re-covery file, bab ini memperkenalkan dua alat khusus, yaitu Cobian Backup dan Undelete Plus

    Background scenario

    Elena adalah seorang ahli lingkungan hidup di sebuah negara berbahasa Rusia, disana ia mulai membuat sebuah situs web yang tampilannya berisi presentasi kreatif terdiri dari gambar-gambar, video, peta dan cerita yang menampilkan sejauhmana perambahan hutan ilegal terjadi di daerah tersebut. Dia telah mengumpulkan berbagai dokumen, berkas-berkas media dan informasi geografis mengenai pembalakan hutan selama bertahun-tahun dan sebagian besar data tersebut ia simpan di sebuah komputer Windows tua di kantor LSM tempatnya bekerja. Saat sedang mendesain situs web berdasarkan semua informasi tersebut, ia menyadari betapa penting informasi tersebut dan bagaimana cara menjaganya jika komputernya rusak, apalagi kalau kerusakan terjadi sebelum ia sempat menyalin semuanya ke situs web yang ia buat. Komputer tersebut terkadang digunakan juga oleh rekan kerjanya, maka ia juga ingin mempelajari cara mengembalikan (re-store) hasil kerjanya jika seseorang secara tidak sengaja menghapus berkas tersebut. Elena meminta bantuan keponakannya, Nikolai untuk membuat sebuah perencanaan backup.

    Yang dapat anda pelajari di bab ini

    • Cara mengatur dan mem-backup informasi anda
    • Dimana anda harus menyimpan backup anda
    • Cara mengelola backup anda dengan aman
    • Cara memulihkan berkas yang terhapus secara tidak sengaja

    Mengidentifikasi dan mengatur informasi anda

    Sangat penting bagi anda untuk melakukan tindakan pencegahan untuk menghindari bencana, beberapa tindakan pencegahan seperti memastikan informasi anda aman secara fisik, bebas malware dan terlindungi dengan baik oleh firewall serta password yang kuat, belumlah cukup. Banyak sekali hal yang dapat mengancam keberadaan informasi anda, termasuk serangan virus, hackers/peretas, korsleting listrik, lonjakan tegangan listrik, tumpahan air, pencurian, perampasan, demagnetisasi, crash-nya Operating System dan kegagalan hardware, hanyalah beberapa contoh yang mungkin saja terjadi. Mempersiapkan diri terhadap bencana sama pentingnya dengan melawannya.

    Elena: Aku tahu backup itu penting, Nikolai, tetapi bukankah itu berarti aku harus meminta orang lain untuk membuatnya? Kalau aku mau membuatnya maka aku harus menyediakan banyak waktu, dana dan juga keahlian bukan ?

    Nikolai:Bibi pasti bisa melakukannya. Membuat rencana backup yang baik memang membutuhkan sedikit pemikiran, tetapi tidak membutuhkan banyak waktu dan uang. Jika dibandingkan dengan kehilangan semua informasi tersebut maka bibi tidak akan berpikir itu merepotkan. Lagipula, backup adalah salah satu hal yang harus kita kelola sendiri. Kecuali jika bibi betul-betul mengenal orang yang akan membantu bibi, selain dapat dipercaya sebaiknya orang tersebut juga tahu dengan baik dimana bibi menyimpan informasi digital, tapi akan lebih baik kalau bibi melakukannya sendiri.

    Langkah pertama dalam memformulasikan kebijakan backup adalah anda mempunyai gambaran pasti dimana letak informasi personal dan anda saat ini. Sebagai contoh, email anda mungkin tersimpan di server penyedia email, di komputer atau ada di kedua-duanya. Mungkin saja anda memiliki lebih dari satu akun email. Lalu, ada beberapa dokumen penting di dalam komputer yang anda gunakan, baik di rumah maupun di kantor. Ada juga buku alamat, sejarah chatting dan pengaturan program pribadi. Sangat mungkin juga anda menyimpan informasi di medium yang dapat dipindahkan seperti USB, portable hard drives, CD, DVD dan floppy disk. Telepon selular (ponsel) anda memuat daftar kontak dan mungkin saja menampung pesan singkat (SMS) penting. Jika anda memiliki situs web, mungkin saja situs tersebut memuat banyak artikel yang telah dikerjakan selama bertahun-tahun. Selain itu anda juga memiliki informasi non-digital seperti buku harian, buku catatan dan surat.

    Selanjutnya, anda harus menetapkan mana dari file-file tersebut yang menjadi ’master copies’ dan duplikat. Master copy biasanya merupakan versi yang paling up-to-date dari sebuah file atau kumpulan file, dan berhubungan dengan salinan yang anda sunting saat anda perlu memperbarui isinya. Tentu saja pembedaan ini tidak berlaku jika anda hanya memiliki satu salinan file, tetapi sangatlah penting untuk jenis informasi tertentu dibuatkan file asli maupun duplikatnya. Masalah yang umumnya sering terjadi adalah saat anda hanya memiliki duplikat dari file asli, lalu anda kehilangan file asli tersebut sebelum duplikatnya sempat diup-date. Bayangkan, sebagai contoh anda memperbarui sebuah lembar kerja yang anda simpan di USB saat anda berpergian selama seminggu. Di saat seperti ini maka copy yang di USB dianggap sebagai master, karena secara berkala di update, sementara backup yang anda miliki di dalam komputer kantor anda sudah tidak update lagi.

    Coba tuliskan lokasi fisik dari semua master copy maupun duplikat dari informasi yang disebutkan di atas. Ini akan membantu mengklasifikasi kebutuhan sehingga anda dapat menetapkan kebijakan backup yang paling sesuai dengan anda. Tabel dibawah ini hanyalah contoh sederhana. Mungkin saja daftar anda akan lebih panjang dan memuat beberapa ’perangkat penyimpanan/storage device’ dengan lebih dari satu ’tipe data’ dan beberapa tipe data terdapat di lebih dari satu perangkat.

    <table border="1"> <tbody> <tr> <th>Tipe Data</th> <th>Master/Duplikat</th> <th>Storage Device</th> <th>Lokasi</th> </tr> <tr> <td>Dokumen elektronik</td> <td>Master</td> <td>Hard drive komputer</td> <td>Kantor</td> </tr> <tr> <td>Beberapa dokumen elektronik penting</td> <td>Duplikat</td> <td>USB</td> <td>dibawa</td> </tr> <tr> <td>Database program (foto, buku alamat, kalender, dll)</td> <td>Master</td> <td>Hard drive komputer</td> <td>Kantor</td> </tr> <tr> <td>Bebeberapa dokumen elektronik</td> <td>Duplikat</td> <td>CD</td> <td>Rumah</td> </tr> <tr> <td>Email &amp; kontak yang ada diemail</td> <td>Master</td> <td>Akun Gmail</td> <td>Internet </td> </tr> <tr> <td>Pesan singkat(SMS) &amp; kontak di telephone</td> <td>Master</td> <td>HP</td> <td>Ditangan</td> </tr> <tr> <td>Dokumen cetak (Kontrack, Tagihan, dll)</td> <td>Master</td> <td>Laci Meja</td> <td>Kantor</td> </tr> </tbody> </table>

    Berdasarkan tabel di atas anda dapat melihat:

    • Hanya copy dokumen yang anda simpan di USB atau di CD yang akan bertahan jika komputer kantor anda rusak.
    • Anda tidak mempunyai salinan/copy offline dari pesan email atau buku alamat anda, maka jika anda lupa password (atau jika ada orang dengan sengaja menggantinya) anda akan kehilangan akses ke data tersebut.
    • Anda tidak mempunyai salinan data dari ponsel anda
    • Anda tidak mempunyai duplikat baik digital maupun fisik dari dokumen cetak seperti kontrak dan tagihan

    Menetapkan strategi backup

    Untuk mem-backup semua tipe data diatas, anda memerlukan kombinasi antara software dan solusi proses. Pada dasarnya anda harus yakin bahwa setiap jenis data tersimpan setidaknya di dua tempat terpisah

    Dokumen elektronik - Buatlah backup dokumen secara utuh di komputer anda menggunakan program seperti Cobian Backup, akan dijelaskan lebih lanjut. Simpanlah backup dalam media portabel sehingga anda dapat membawanya pulang atau ke tempat lain yang lebih aman. Menggunakan CD atau DVD untuk menyimpan backup akan lebih mudah dibandingkan dengan menyimpannya di portabel hard drive atau USB, sehingga anda bisa mengurangi risiko kehilangan backup yang lama saat anda memindahkannya. CD kosong termasuk murah sehingga anda dapat menggunakan yang baru setiap anda akan membuat backup. Data jenis ini sering kali memuat informasi yang sangat rahasia, sehingga sangat penting bagi anda untuk melindungi dokumen eletronik anda dengan meng-enkripsinya. Anda dapat mempelajari caranya di Bab 4: Cara Melindungi berkas rahasia di komputer anda di Panduan TrueCrypt.

    Database program - Setelah anda menetapkan lokasi database program, anda dapat mem-backup-nya dengan cara yang sama seperti mem-backup dokumen elektronik

    Email – Daripada hanya meng-akses email anda melalui web browser, instal saja email klien seperti Thunderbird dan konfigurasikan sehingga dapat bekerja dengan akun anda. Hal ini lebih baik daripada membuka email melalui browser. Sebagian besar layanan webmail akan memberikan instruksi tentang cara penggunaan program sejenis, dan kadang juga termasuk cara mengimpor alamat-alamat email anda ke dalam program tersebut. Anda dapat mempelajarinya lebih lanjut di bagian Bacaan Lanjutan. Pastikan anda juga menyimpan salinan pesan-pesan anda di mail server, bukan hanya memindahkannya ke komputer anda. Panduan Thunderbird menjelaskan lebih lanjut cara melakukannya

    Konten ponsel – Untuk mem-backup nomor telepon dan pesan singkat yang ada di ponsel, anda dapat menghubungkannya ke komputer dengan software yang sesuai, software ini biasanya tersedia di situs resmi produsen ponsel anda. Anda mungkin harus membeli kabel USB khusus untuk dapat menghubungkan ponsel ke komputer anda. Alternatif lainnya adalah menyalin pesan dan nomor telepon dari kartu SIM ke ponsel itu sendiri, lalu menyalinnya ke kartu SIM cadangan. Metode ini sangat berguna sebagai backup darurat, tetapi anda harus selalu memastikan kartu SIM cadangan tersebut tetap aman. Kemampuan menyalin daftar nomor telepon dan pesan singkat antara ponsel dengan kartu SIM adalah fitur standar, tetapi mem-backup-nya akan menjadi lebih mudah jika ponsel anda dapat menyimpan informasi tersebut dalam kartu memori eksternal

    Dokumen cetakan - Jika memungkinkan, ada harus men-scan semua dokumen cetak anda, lalu buatlah backup-nya bersama dengan dokumen elektronik lain, seperti yang telah dibahas sebelumnya.

    Akhirnya, anda harus mengatur media penyimpanan, jenis data dan backup anda sedemikian rupa sehingga informasi yang anda miliki tahan bencana:

    <table width="100%" border="1"> <tbody> <tr> <th>Tipe Data</th> <th>Master/Duplikat</th> <th>Storage Device</th> <th>Lokasi</th> </td> </tr> <tr> <td>Dokumen Electronik</td> <td>Master</td> <td>Hard drive Komputer</td> <td>Kantor </td> </tr> <tr> <td>Dokumen elektronik</td> <td>Duplikat</td> <td>CD</td> <td>Rumah </td> </tr> <tr> <td>Beberapa dokumen elektronik yang penting</td> <td>Duplikat</td> <td>USB</td> <td>Ditangan </td> </tr> </tbody> </table>

    <table width="100%" border="1"> <tbody> <tr> <th>Jenis Data</th> <th>Master/Duplicate</th> <th>Storage Device</th> <th>Lokasi</th> </td> </tr> <tr> <td>Database Program</td> <td>Master</td> <td>Hard drive komputer</td> <td>Kantor </td> </tr> <tr> <td>Database program</td> <td>Duplikat</td> <td>CD</td> <td>Rumah </td> </tr> </tbody> </table>

    <table width="100%" border="1"> <tbody> <tr> <th>Jenis Data</th> <th>Master/Duplicate</th> <th>Storage device</th> <th>Lokasi</th> </td> </tr> <tr> <td>Email &amp; kontak di email</td> <td>Duplikat</td> <td>Akun Gmail</td> <td>Internet </td> </tr> <tr> <td>Email &amp; kontak di email</td> <td>Master</td> <td>Thunderbird di komputer kantor</td> <td>Kantor </td> </tr> </tbody> </table>

    <table width="100%" border="1"> <tbody> <tr> <th>Jenis Data</th> <th>Master/Duplicate</th> <th>Storage device</th> <th>Lokasi</th> </td> </tr> <tr> <td>SMS &amp; kontak di HP</td> <td>Master</td> <td>HP</td> <td>ditangan </td> </tr> <tr> <td>SMS &amp; Kontak HP</td> <td>Duplikat</td> <td>Hard dirve Komputer</td> <td>Kantor </td> </tr> <tr> <td>SMS &amp; Kontak HP</td> <td>Duplikat</td> <td>SIM back up</td> <td>Rumah </td> </tr> </tbody> </table>

    <table width="100%" border="1"> <tbody> <tr> <th>JEnis Data</th> <th>Master/Duplicate</th> <th>Tempat Penyimpanan</th> <th>Lokasi</th> </td> </tr> <tr> <td>Dokumen cetak</td> <td>Master</td> <td>Laci meja</td> <td>Kantor </td> </tr> <tr> <td>Scan Dokumen</td> <td>Duplikat</td> <td>CD</td> <td>dirumah </td> </tr> </tbody> </table>

    Elena: Aku pernah dengar ada orang yang menyimpan semua dokumen pentingnya di Gmail dengan cara melampirkannya ke pesan ‘draft’ atau meng-email kannya ke diri mereka sendiri. Apa itu termasuk ‘lokasi fisik kedua’ untuk fileku?

    Nikolai: Itu bisa saja membantu memulihkan satu atau dua dokumen penting, tapi agak beresiko. Lagipula, berapa banyak dokumen yang mau bibi backup setiap minggunya dengan cara seperti itu? Selain itu kita harus selalu memastikan lampirannya aman, terutama kalau kita khawatir email kita diawasi. Jika bibi tidak terhubung ke Gmail secara aman, ini sama saja kita memberikan informasi rahasia secara sukarela. Menggunakan sambungan HTTPS ke Gmail untuk mem-backup file TrueCrypt kecil atau file database KeePass tergolong aman, karena backup tersebut terenkripsi. Tetapi aku tidak menyarankan untuk digunakan sebagai strategi backup sehari-hari

    Membuat backup digital

    Dari semua tipe data yang telah kita bahas, 'dokumen elektronik' adalah jenis yang paling menjadi perhatian saat kita membuat kebijakan backup. Istilah tersebut memang agak ambigu, tetapi biasanya mengacu pada berkas-berkas yang anda pantau sendiri dan anda buka secara manual, baik dengan men-dobel-klik atau dengan menggunakan menu File pada aplikasi tertentu. Secara spesifik, yang termasuk tipe data ini adalah text files word processing documents, presentations (presentasi), PDFs and spreadsheets(lembar kerja). Lain halnya dengan email, dokumen elektronik biasanya tidak tersinkronisasi dengan salinan jarak jauh melalui Internet

    Saat mem-backup dokumen elektronik anda, ingatlah juga untuk mem-backup database program anda. Jika anda menggunakan aplikasi kalender atau buku alamat elektronik, anda juga perlu mencari folder dimana program tersebut menyimpan datanya. Mudah-mudahan database tersebut tersimpan di tempat yang sama dengan dokumen elektronik anda, karena biasanya akan tersimpan di folder My Documents di komputer Windows. Jika tidak, anda perlu menambahkan folder yang sesuai untuk backup rutin anda

    Email yang disimpan oleh aplikasi seperti Thunderbird adalah salah satu contoh dari database program. Jika anda menggunakan program email, ada saat anda tidak bisa atau malas menyimpan salinan pesan-pesan anda di server, maka anda harus memastikan database email ini masuk dalam backup rutin anda. Anda juga bisa menganggap file gambar atau video sebagai dokumen elektronik atau item dalam database program, tergantung cara anda berinteraksi dengannya. Aplikasi seperti Windows Media Player dan iTunes bekerja seperti database. Jika anda menggunakan program seperti ini anda mungkin harus mencari di hard drive anda untuk mengetahui dimana program tersebut menyimpan berkas yang mereka kelola.

    Storage devices

    Sebelum anda mem-backup dokumen elektronik anda, anda harus menetapkan jenis storage device (tempat penyimpanan) apa yang akan anda gunakan

    Compact Discs (CDs) CD dapat menyimpan data sampai 700 Megabita (MB). Anda akan memerlukan CD burner dan CD kosong untuk membuat CD Backup. Jika anda ingin menghapus CD dan memperbarui file yang ada di dalamnya, anda memerlukan CD-RW burner dan rewritable CD. Semua Operating System besar, termasuk Windows XP, sekarang sudah memuat built in software yang dapat menulis CD dan CD-RW. Ingatlah bahwa informasi yang tertulis didalamnya dapat rusak setelah lima atau sepuluh tahun. Jika anda perlu menyimpan backup untuk jangka waktu yang lebih lama anda harus sesekali membuat ulang CD tersebut, membeli CD 'tahan lama', atau gunakan metode backup lain

    Digital Video Discs (DVDs) – DVD dapat menyimpan data sampai dengan ukuran 4.7 Gigabita (GB). Cara kerjanya sama seperti CD tetapi membutuhkan alat yang lebih mahal untuk membuatnya. Anda memerlukan DVD atau DVD-RW burner dan disc yang sesuai. Sama seperti CD, data yang dituliskan di dalam DVD normal akhirnya akan rusak

    USB – USB dapat menyimpan informasi sebanyak kemampuan stik tersebut. USB tergolong tidak terlalu mahal, bahkan untuk stik yang kapasitasnya sama atau lebih banyak dari CD atau DVD. Stik ini juga mudah digunakan, data dapat dihapus dan ditulis ulang berulang kali. Seperti CD dan DVD, stik memori USB punya usia yang terbatas, yaitu sekitar 10 tahun

    Remote Server – Server backup jaringan yang dikelola dengan baik kapasitasnya hampir tidak terbatas, namun kecepatan dan stabilitas sambungan Internet anda lah yang akan menentukan apakah ini merupakan pilihan yang realistis. Namun perlu diingat bahwa dengan menggunakan backup server di kantor anda berarti anda menyalahi aturan tentang meletakkan salinan data penting anda di lokasi yang terpisah; walaupun cara ini lebih cepat dari menyalin informasi melalui Internet. Terdapat berbagai layanan penyimpanan gratis di Internet, tetapi anda tetap harus mengenkripsi backup anda sebelum meng-unggahnya ke server yang dikelola oleh organisasi atau orang yang tidak anda kenal dan percaya. Lihat bagian Bacaan Lanjutan untuk beberapa contohnya.

    Backup Software

    Cobian Backup adalah sebuah alat ramah guna yang dapat diatur untuk bekerja secara otomatis dan rutin di waktu-waktu yang sudah dijadwalkan, dan juga untuk mengikut sertakan file-file yang telah anda ubah sejak backup terakhir. Alat ini juga dapat mengkompres backup dan membuat ukurannya menjadi lebih kecil

    Hands-on: Get started with the Cobian Backup Guide

    Seperti biasa, ada baiknya anda mengenkripsi berkas backup anda menggunakan alat seperti TrueCrypt. Informasi lebih lanjut tentang enkripsi data dapat ditemukan di Bab 4:Cara melindungi berkas rahasia di komputer anda.

    Hands-on: Memulai penggunaan Panduan TrueCrypt

    <p>

    Saat menggunakan alat-alat backup ini, ada beberapa hal yang dapat anda lakukan untuk memperlancar kinerja sistem backup anda:

    • Aturlah file-file dalam komputer anda. Pindahkan semua folder yang berisi dokumen elektronik yang ingin anda backup ke dalam satu tempat, seperti ke dalam folder My Documents
    • Jika anda menggunakan software yang menyimpan datanya dalam database aplikasi, anda harus terlebih dahulu menentukan lokasi database tersebut. Jika tempatnya tidak mudah dijangkau, coba lihat apakah anda dapat memilih lokasi baru untuk database program tersebut. Jika bisa, anda dapat meletakkannya di folder yang sama dengan dokumen elektronik anda.
    • Buatlah jadwal rutin untuk melakukan backup
    • Buatlah prosedur bagi seluruh staf di kantor anda yang belum memiliki kebijakan backup yang aman dan bisa diandalkan. Bantulah rekan kerja anda untuk lebih mengerti pentingnya hal ini
    • Ujilah proses recovering data dari backup anda. Ingatlah bahwa pada akhirnya yang harus anda perhatikan adalah prosedur re-store, bukan prosedur backup-nya

    <div class="background" markdown="1"> Elena: Baiklah, aku sudah membuat backup terenkripsi di kantor, dan aku menyimpannya di CD. Cobian dijadwalkan untuk memperbarui backupku dalam beberapa hari ini. Meja kerjaku di kantor mempunyai laci yang bisa dikunci dan aku berencana menaruh CD backup ini disana supaya tidak hilang atau rusak

    <i>Nikolai:Lalu bagaimana jika kantor kebakaran? Komputer, meja, CD backup dan semua ikut terbakar! Atau, bagaimana jika forum di situs web digunakan untuk merencanakan demonstrasi lingkungan hidup, lalu pihak yang berwenang bertindak, lalu keadaan menjadi kacau dan kantor bibi digrebek? Aku tidak yakin kunci di laci bibi bisa mencegah polisi dari merampas CD-CD itu. Bagaimana kalau bibi menyimpannya di rumah, atau meminta tolong teman bibi untuk menyimpannya? </div>

    Memulihkan berkas yang tidak sengaja terhapus

    Saat anda menghapus sebuah file dari Windows, file itu tidak terlihat lagi, tetapi isinya masih tertinggal di dalam komputer. Bahkan setelah anda mengosongkan Recycle Bin, informasi dari file yang anda hapus biasanya masih bisa ditemukan di dalam hard drive anda. Lihat Bab 6: Cara menghancurkan informasi rahasia untuk mempelajarinye lebih lanjut. Jika suatu saat anda tidak sengaja menghapus file atau folder penting, kelemahan ini malah akan membantu anda. Terdapat beberapa program yang dapat memulihkan berkas-berkas yang baru saja dihapus, termasuk sebuah alat yang disebut Recuva

    Hands-on: Memulai Penggunaan Recuva

    Alat ini tidak selalu dapat berfungsi, karena Windows mungkin sudah menuliskan data baru diatas informasi yang sudah terhapus. Maka, sangat penting untuk diingat bahwa sebaiknya jarak antara menghapus file dan mencoba mengembalikan file tersebut dengan menggunakan Recuva tidak boleh terlalu lama. Jika ada jeda yang cukup panjang antara saat melakukan penghapusan file dan mengembalikan file tersebut, sehingga komputer anda sudah digunakan terlalu lama untuk yang hal lainnya, maka kemungkinan berhasilnya semakin kecil. Ini juga berarti anda perlu menginstal data recovery software jauh-jauh hari sebelumnya. Jika anda menginstal program tersebut setelah anda menghapus file penting, ada kemungkinan software tersebut akan menimpa data penting yang anda akan kembalikan.

    Walaupun terdengar merepotkan, menerapkan kebijakan dan mempelajari alat-alat yang dijelaskan di bab ini, mempertahankan strategi backup menjadi lebih mudah dibandingkan dengan saat anda mengaturnya pertama kali. Dan berhubung backup adalah satu-satunya aspek penting dari keamanan data, yakinlah bahwa proses ini sangat bermanfaat

    Bacaan lanjutan