Menilai & Merencanakan › Melindungi privasi komunikasi daringmu

Melindungi privasi komunikasi daringmu

Reviewed 27 May 2026

Setiap metode komunikasi, digital atau lainnya, hadir dengan kelebihan dan kekurangan dalam hal kenyamanan, popularitas, biaya, dan keamanan, serta pertimbangan lainnya. Kembali ke masing-masing kita untuk menimbang manfaat dan risiko dari metode yang kita gunakan untuk berkomunikasi. Ketika risiko lebih tinggi, sebaiknya kita memilih alat komunikasi dengan lebih hati-hati.

Panduan ini menggambarkan langkah-langkah yang diperlukan untuk membuat dan mengimplementasikan rencana komunikasi, juga praktik khusus terbaik yang bertujuan untuk melindungi privasi dan informasi sensitifmu saat berkomunikasi dengan orang lain secara daring.

Memetakan komunikasimu dan membuat rencana untuk melindunginya

Lindungi privasi komunikasi daringmu

  • Memetakan lanskap komunikasimu saat ini: siapa berkomunikasi dengan siapa? Saluran komunikasi apa yang kamu gunakan? Informasi seperti apa yang kamu bagikan? Dalam bentuk apa? Apa kamu membagikan semua informasi melalui satu saluran, atau kamu menggunakan beberapa saluran untuk jenis komunikasi yang berbeda?
  • Tanyakan pada dirimu, apa yang akan terjadi jika informasi yang perlu kamu bagikan bocor, hilang, atau terungkap.
    • Dapatkah informasi ini diserahkan ke siapa saja atau harus dijaga hanya untuk beberapa kelompok orang tertentu?
    • Apa yang akan terjadi jika konten tersebut bocor ke khalayak yang lebih luas?
    • Apa yang akan terjadi jika pihak berwajib ingin mengakses komunikasimu? Apa yang terjadi jika mereka berhasil?
    • Apa yang akan terjadi jika pihak berwajib mengetahui dengan siapa kamu berkomunikasi?
    • Jika kamu berkomunikasi dengan grup, pikirkan bahwa seluruh anggota akan terekspos risiko yang sama dengan anggota yang paling berisiko - apakah mereka semua mengetahui risiko ini, dan apakah mereka bisa menerimanya?
  • Pikirkan ulang cara komunikasimu berdasarkan tingkat sensitifitas mereka.
    • Sebuah alat yang digunakan untuk mengkategorisasikan informasi berdasarkan tingkat sensitifitasnya adalah Protokol Lampu Lalu Lintas, yang menawarkan skema untuk memutuskan kepada siapa setiap jenis informasi dapat dibagikan dan melalui saluran mana informasi tersebut dapat dibagikan.
  • Putuskan bagaimana kamu akan melindungi komunikasi yang paling sensitif.
    • Tanyakan dirimu jika kamu bisa menggunakan saluran komunikasi terpisah berdasarkan tingkat sensitifitas informasi yang kamu perlu bagikan dan tingkat perlindungan yang ditawarkan oleh alat komunikasi yang kamu gunakan atau akan mulai gunakan.
    • Buat rencana dengan penerima informasimu tentang alat komunikasi apa yang harus digunakan untuk bertukar informasi ini, bagaimana informasi tersebut harus dienkripsi saat disimpan di perangkatmu, berapa lama informasi ini harus disimpan di perangkatmu, serta kapan dan bagaimana informasi tersebut seharusnya dihapus secara aman.
Pelajari mengapa kami merekomendasikan ini

Informasi sensitif adalah konten dalam bentuk apa pun (dokumen, tanggal kalender, gambar, video, pesan suara, surel, pesan obrolan, dll.) yang, jika bocor, hilang, atau terungkap, bisa:

  • mengacaukan kelangsungan pekerjaan (kehilangan berkas yang penting untuk operasional, misalnya),
  • membahayakan individu (kolega, sekutu, donor) melalui identifikasi atau detail yang berhubungan,
  • memungkinkan impersonasi atau perusakan reputasi (karena kredensial masuk atau komunikasi pribadi diakses oleh pihak ketiga, misalnya),
  • melanggar hukum di wilayah spesifik (seperti materi dengan hak cipta, konten eksplisit, dll.).

Informasi sensitif memerlukan perlindungan hati-hati untuk memitigasi risiko hukum, operasional, dan personal. Jawab pertanyaan dalam bagian ini untuk membuat rencana tentang bagaimana melindungi informasimu yang paling sensitif.

Pertimbangkan dengan siapa kamu membagikan informasi sensitif tesebut

  • Putuskan apakah informasi yang kamu bagikan harus bersifat terbatas hanya untuk orang yang kamu kirimkan atau bisa dibagikan lebih luas.
    • Jika terbatas untuk penerima pesanmu, atau dalam grup kecil, pikirkan untuk menggunakan alat komunikasi yang dienkripsi ujung-ke-ujung, karena orang lain (siapa saja yang bisa mengakses peladennya) bisa mengakses informasi ini.
    • Jika bisa diakses oleh siapa saja, kamu bisa menggunakan alat apa saja untuk membagikannya, namun ingatlah untuk tetap menjaga identitasmu dan hakmu sebagai penulis pesan, juga integritas dari konten yang kamu buat. Pastikan juga untuk membaca persyaratan layanan dari platform yang kamu gunakan, karena komunikasimu bisa dibagikan ke pihak ketiga untuk alasan komersil.

Menganalisa kebutuhan dan kemampuanmu

Tanyakan pada diri sendiri pertanyaan-pertanyaan berikut untuk menentukan saluran komunikasi apa yang seharusnya kamu gunakan untuk berbagi informasi sensitif dengan orang lain.

  • Harus kah identitas peserta dirahasiakan dari admin dan orang lain yang memiliki akses ke peladen dan catatan dari alat komunikasimu?
  • Apa kah kamu perlu berkomunikasi secara instan atau kamu bisa menunggu sebentar sebelum menerima balasan?
    • Pikirkanlah bahwa sering kali komunikasi instan bisa lebih cepat (dan tidak terlalu berdampak), sementara alat komunikasi yang lebih lambat (terutama surel) memungkinkan untuk menyimpan dan mengarsipkan komunikasi dengan cara yang lebih sistematis.
    • Jika kamu perlu berkomunikasi instan, kamu bisa menggunakan aplikasi perpesanan atau alat konferensi video.
    • Jika kamu perlu mengatur komunikasimu, pertimbangkan untuk menggunakan surel terenkripsi.
  • Apa yang perlu kamu kirim? Apakah kamu hanya perlu menulis teks atau berbagi konten dalam bentuk lain?
    • Kamu mungkin perlu untuk melampirkan berkas di dalam pesanmu (seperti gambar, video, atau PDF). Dalam keadaan seperti itu, pertimbangkan juga tentang implikasi dari sebuah lampiran, karena beberapa jenis berkas bisa saja berisi virus.
    • Dalam beberapa kejadian, yang paling baik adalah berkomunikasi melalui surel atau pesan teks yang aman dan mengunggah berkas ke platform penyimpanan berkas. Hal tersebut sangat berguna jika berkasmu besar atau kamu ingin mengatur berkas tersebut berdasarkan topik agar kamu bisa menemukannya dengan cepat di lain waktu.
    • Kamu mungkin merasa pesan suara lebih cepat untuk dikirim dan diterima, tapi ingatlah bahwa kamu tidak bisa mencarinya dengan cepat atau mencari informasinya dengan pencarian teks.
  • Apakah kamu lebih memilih untuk menulis, menelepon, atau konferensi video sebagai yang terbaik untuk situasimu sekarang?
    • Jika kamu perlu membangun kepercayaan antar peserta, atau untuk membangun percakapan dengan empati, mempersiapkan sebuah panggilan suara atau video adalah yang paling baik, namun jika kamu perlu menyimpan rekaman dari komunikasi tersebut, pastikan untuk membuat catatan selama panggilan.
  • Apakah kamu perlu mengakses komunikasi tersebut melalui komputer dan ponsel? Sistem operasi apa yang kamu dan lawan bicaramu gunakan?
    • Saat kebanyakan alat komunikasi tersedia untuk semua sistem operasi, beberapa lebih mudah digunakan di perangkat seluler saat yang lain lebih cocok untuk layar yang lebih besar. Pikirkan apakah semua orang yang terlibat memiliki perangkat yang cocok untuk mengikuti percakapan.
  • Alat komunikasi seperti apa yang lawan bicaramu gunakan? Apakah mereka memiliki kapasitas untuk mempelajari cara menggunakan alat komunikasi lain?
    • Apakah lawan bicaramu memiliki kemampuan untuk mengamankan perangkat dan saluran komunikasi mereka?
    • Apakah lawan bicaramu memiliki kebutuhan atau persyaratan keamanan khusus?
    • Apakah lawan bicaramu memiliki akses ke koneksi internet yang cepat dan bisa diandalkan?
  • Berapa anggaranmu untuk peralatan komunikasi? Bisakah kamu menjalankan platform komunikasimu sendiri?
    • Jika kamu perlu membagikan informasi yang sangat sensitif namun tidak bisa menggunakan alat komunikasi yang terenkripsi ujung-ke-ujung (dengan alasan harus membagikannya pada panggilan video grup, misalnya), pikirkan untuk memakai platform yang berjalan pada peladen yang dikelola oleh organisasimu atau seseorang yang kamu sangat percaya.

Ingatlah beberapa langkah keamanan dasar

When choosing between different platforms that can satisfy your needs, if possible, include the availability of the following features, in order of preference:

  • End-to-end encryption (E2EE): If a communication tool promises to encrypt your communications, check if they actually offer end-to-end encryption and if the encryption technology they use is free and open-source. Note that sometimes platforms promoting encrypted communications are only offering TLS-based client-to-server encryption, not end-to-end encryption.
  • Two-factor authentication (2FA): Also called multi-factor authentication (MFA), 2FA adds a second factor of authentication to your login system. To check which services offer 2FA and find links to instructions hosted by each service on how to enable 2FA, visit the 2FA Directory website.
  • TLS/HTTPS: This client-to-server encryption protects your communications as they go from your device, through your local router and your ISP, to your provider's servers.
    • Check that your email provider uses TLS by running a test on checktls.com.
    • If you access your communication platform through a browser, make sure you are accessing the service through HTTPS.
    • If you access your communication tool through an app, check out the documentation of the service you are using to make sure they encrypt your connections through TLS.
    • If you absolutely need to use a service that does not provide TLS/HTTPS encryption, make sure to use a VPN to prevent someone on your local network or ISP from seeing your exchanges.
Pelajari mengapa kami merekomendasikan ini

When you use unencrypted services, your messages remain available on the platform's servers as well as on the recipient's device. This means someone with access to the servers can read your communications. Therefore, we strongly recommend you to consider using end-to-end encrypted services, especially if the information you need to share is particularly sensitive.

In some cases, for example for video conference tools that can be used by larger groups, end-to-end encryption is almost never available. If you cannot find a communication platform that satisfies all your needs and also offers end-to-end encryption, consider using a service hosted by an entity you trust, or self-hosting it on your own server if you can afford that and you have the technical expertise to manage a secure server.

Furthermore, to protect client-to-server communications, most online services, including email providers and chat apps, use HTTPS/TLS. This stops anyone eavesdropping on your local network or on the wires that lead from your device to the providers and to your recipient's devices from reading your messages. That's why we recommend communication platforms that, among other things, encrypt email in transit through TLS.

Mengatur rencana komunikasi

Berdasarkan jawabanmu untuk pertanyaan di atas, dan langkah keamanan dasar yang disarankan pada bagian ini, kamu bisa menetapkan dan melatih rencana komunikasimu dan komunitasmu, sehingga kamu tetap bisa berbagi informasi penting dan menjaga satu sama lain saat di masa tegang atau krisis.

  • Define your own Traffic Light Protocol (TLP), to decide what sensitive information can be shared with whom, in what forms and over which communication channel.
    • Cara termudah untuk menjaga orang lain dari informasi sensitifmu adalah dengan cara tidak mengirimkan atau mengatakannya.
    • Contohnya, rencanakan untuk tidak mengirim pesan ketika seseorang sedang pergi melintasi perbatasan, atau di dalam tahanan.
    • Pertimbangkan untuk mengembangkan bahasa kode yang kamu bisa gunakan untuk menghindari penyebutan nama, alamat, tindakan khusus, dll. secara terbuka.
  • Berbicara dengan kontakmu. Usulkan, diskusikan, dan sepakati rencana tertentu terkait bagaimakan kamu akan (dan tidak akan) berkomunikasi. Termasuk:
    • risiko yang diketahui,
    • aplikasi dan layanan yang akan dan tidak akan kamu gunakan,
    • langkah yang akan kamu ambil jika hal buruk terjadi.
  • Pertimbangkan langkah informal yang dapat kamu lakukan, termasuk:
    • berbagi kontak cadangan alternatif di alat komunikasi yang aman (cth. alamat surel, layanan perpesanan lain),
    • membagikan daftar kontak darurat.
  • Pertimbangkan langkah lebih formal yang dapat kamu lakukan.
    • Misalnya, tentukan kebijakan keamanan yang menjelaskan, di antaranya, metode komunikasi yang didukung, layanan penyimpanan data yang diizinkan, dan retensi nformasi.
  • Latih rencana komunikasimu.
Pelajari mengapa kami merekomendasikan ini

Dalam sebuah krisis, kita tidak dapat berpikir jernih, dan kita mungkin harus bertindak cepat. Kita mungkin membuat keputusan yang membahayakan. Menentukan strategi komunikasi bisa membantu kita mencegah bahaya dan berkontribusi untuk keamanan kita, bahkan di saat situasi krisis..

Membuat beberapa identitas

Pertimbangkan untuk membuat identitas daring alternatif untuk memisahkan komunikasimu berdasarkan tingkat kepercayaan.

Pelajari mengapa kami merekomendasikan ini

Menggunakan identitas berbeda untuk setiap aktivitasmu bisa membantu mengurangi risiko seperti sanksi politik atau ekonomi atas apa yang kamu lakukan dalam jaringan

i

Melindungi dan menganonimkan koneksimu

  • Pelajari cara menjelajah dengan lebih aman untuk melindungi aktivitas daringmu dari orang yang ingin mengetahui apa yang kamu lakukan pada layanan yang kamu akses melalui peramban web.
  • Pelajari cara untuk menganonimkan koneksi dan komunikasimu untuk mencapai tujuan tertentu tanpa meninggalkan jejak apapun, terlebih jika kamu sedang dalam situasi berisiko tinggi di mana koneksi antara apa yang kamu lakukan dalam jaringan dan identitasmu bisa membahayakan kebebasan dan kesejahteraanmu.
    • Jika kamu berpikir untuk menganonimkan koneksimu, ingat bahwa di beberapa negara, beberapa peralatan anonimitas bersifat ilegal atau bisa diartikan sebagai tanda bahwa kamu berbuat kejahatan. Dalam kejadian seperti itu, pikirkan jika kamu bisa menemukan cara lain untuk mencapai tujuanmu, menggunakan cara yang tidak membutuhkan akses ke internet, misalnya.
Pelajari mengapa kami merekomendasikan ini

Menggunakan Tor Browser, atau peralatan anonimitas lainnya memungkinkanmu untuk mengunjungi situsweb tanpa mengungkapkan ke situsweb tersebut siapa kamu dan dari mana kamu berasal. ingatlah bahwa kamu masuk ke sebuah situsweb atau layanan dengan akunmu yang biasa saat menggunakannya, kamu akan tetap membagikan informasi akunmu {dan kemungkinan informasi pribadi) ke platform yang kamu gunakan.

Gunakan surel dengan lebih aman

Pelajari mengapa kami merekomendasikan ini

Walau banyak orang yang jarang menggunakan surel, dan memilih untuk menggunakan aplikasi perpesanan terenkripsi atau panggilan video untuk komunikasi sehari-hari mereka, kita tetap menggunakan surel karena beberapa alasan berbeda, untuk membuat akun daring lain dan untukmengatur pekerjaan dan percakapan kita.

Secara bawaan, surel bukanlah cara komunikasi daring yang paling aman, karena ia tidak dienkripsi, membawa banyak metadata, tersimpan di peladen penyedianya, dan bisa membuatmu rentan terhadap serangan phishing, infeksi malware, dan serangan lainnya. Meskipun demikian, surel adalah teknologi yang tangguh yang akan memastikan kelangsungan komunikasi bahkan jika peladennya berhenti berfungsi untuk sementara waktu, jadi penting untuk mempelajari cara menggunakannya dengan cara yang paling aman.

Menggunakan aplikasi perpesanan dengan lebih aman

Pelajari mengapa kami merekomendasikan ini

Layanan perpesanan bisa saja mengakses dan mengumpulkan informasi lokasi, aktivitas, isi, dan siapa yang bercakap dengamu. Memilih layanan yang tepat adalah hal penting untuk melindungi keamananmu.

Bersihkan informasi yang dapat mengidentifikasi dari foto dan berkas lainmu

Pelajari mengapa kami merekomendasikan ini

Sepertinya dengan hanya menggunakan fitur pemburaman wajah atau menutup detail sensitif akan melindungi orang atau tempat dalam fotomu. Namun, beberapa cara menyimpan foto yang telah disunting tidak menghentikan seseorang yang memiliki foto tersebut dapat melihat apa yang ingin kamu sembunyikan.

Semua berkas yang berisi informasi tak terlihat yang disebut metadat bisa menampilkan detail tentang waktu berkas dibuat, juga tempat, pembuatnya, perangkat yang dipakai, dan seterusnya. Kamu biasanya bisa melihat beberapa dari metadata ini dengan melakukan klik kanan di sebuah berkas dan pilih "Properti" atau "Dapatkan Info." Baca panduan tertaut di bagian ini untuk mempelajari bagaimana menggambarkan dan menghapus informasi dari metadata dalam berkas yang ingin kamu bagikan dengan orang lain.